Minggu, 19 Januari 2014

image
FACIAL siput atau escargot facial, saat ini menjadi salah satu perawatan kecantikan yang sedang tren di kalangan perempuan Jepang dan Korea Selatan.  Penggunaan lendir siput untuk perawatan wajah telah memiliki perjalanan yang panjang, kata dr Lely, dokter spesialis kulit dan kecantikan Skin Beauty, sudah dimulai  sejak 2.000 tahun yang lalu hingga kini. Sementara di Jepang, penggunaan lendir siput ini diilhami dari pendaki Gunung Fuji. Sebagai obat untuk memperbaiki kulit akibat paparan matahari yang intens, para pendaki menggunakan lendir siput. Siput yang dihancurkan dan dicampur dengan susu asam dapat digunakan untuk mengobati peradangan kulit.

‘’Di Indonesia, belum ada salon kecantikan yang menawarkan layanan facial siput ini,’’ kata dr Lely kepada Cempaka. Adalah Clinical Salon di Tokyo yang menawarkan perawatan wajah dengan menggunakan siput. Facial wajah bernama Celebrity Escargot Course. Siput yang digunakan bukanlah siput sembarangan. Melainkan siput peliharaan yang diberi makan sayuran organik, termasuk wortel, bayam, lobak Swiss, dan komatsuna hijau Jepang. 

Perawatan wajah dengan siput itu berlangsung selama 60 menit. Proses terapi kulit dengan siput ini biasanya dimulai dengan membersihkan wajah  kemudian diberi krim yang mengandung sayuran organik. Krim ini berfungsi untuk menyerap lendir meresap ke kulit wajah. Kemudian setelah wajah bersih siput akan diletakkan pada wajah dan dahi, kemudian dibiarkan bergerak ke sana ke mari di wajah. 

Sekresi lendir siput inilah yang dianggap 'sakti' bagi kecantikan. Lendir siput diyakini banyak mengandung protein, anti-oksidan, dan asam hyaluronic yang dapat membantu kulit untuk memperbaharui sel-sel kulit, mempertahankan kelembaban serta menghilangkan peradangan pada kulit. dan dahi anda. Lendir siput yang dapat membantu memulihkan sel-sel kulit pada wajah, dapat mengatasi kerusakan kulit yang diakibatkan oleh sinar ultraviolet berlebih atau sinar matahari.

Setelah wajah diterapi dengan lendir siput kemudian diikuti rangkaian pijat wajah, masker, dan beberapa penghantar energi listrik ke wajah. Dr lely menyebutkan, tak hanya untuk facial, lendir siput juga banyak digunakan untuk bahan kosmetik. Dan produk impor kosmetik berbahan lendir siput sudah banyak beredar di Indonesia. Bahkan resep perawatan kulit dengan menggunakan manfaat yang terkandung di dalam siput sudah diakui oleh UNESCO. Lembaga ini menyatakan bahwa resep antiaging dari siput merupakan salah satu warisan dunia yang wajib dipelihara dan dikembangkan. Saat ini perusahaan kosmetik Jepang dan Korea banyak menggunakan lendir siput sebagai campuran utama formula kosmetiknya. Lendir bekicot, yang secara teknis disebut Helix Aspersa Muller Glycoconjugates, adalah ramuan kompleks protein, asam glikolat dan elastin yang melindungi kulit bekicot dari kerusakan terhadap batu, ranting, permukaan kasar lainnya, infeksi dan sinar ultraviolet. “Ekstrak ini terkenal karena sifat regeneratif, memfasilitasi pemulihan jaringan yang rusak dan mengisi ulang kelembaban di kulit. Hal ini juga efektif dalam mengobati jerawat dan bekas luka,” kata dr Lely.

0 komentar :

Posting Komentar